Tampilkan postingan dengan label Seputar Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Islam. Tampilkan semua postingan

Hikmah Zakat yang Luar Biasa

0 komentar


Zakat memiliki hikmah hikmah yang luar biasa baik bagi yang memberi maupun yang menerima. Sebagaimana kita yakini bersama bahwa Allah subhanahu wata`ala tidak menurunkan sebuah hukumpun kepada umat ini kecuali dengan manfaat dan demi kebaikan serta kemaslahatan umat manusia baik secara khusus maupun secara keseluruhannya yakni memiliki hikmah bagi umat Islam sendiri, segenap umat manusia dan seluruh makhluk yang ada dimuka bumi ini. sebagaimana diutusnya Nabi Muhammad salallahu `alaihi wasallah kepada manusia sebagai rahmatan lil `alamin.

Zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi ganda, Trasendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan ummat manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan sang khaliq maupun hubungan sosial kemasyarakatan diantara manusia, antara lain :

1. Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah subhanahu wata`ala.

2. memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang orang disekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah, Sedang ia sendiri tak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka ( orang kaya ) kepadanya.

3. Dapat mensucikan diri ( pribadi ) dari kotoran dosa, memurnikan jiwa ( menumbuhkan akhlaq mulia, menjadi murah hati dan peka terhadap rasa kemanusiaan ) dan mengikis sifat bakhil ( kikir ) serta serakah. Dengan begitu akhirnya suasana ketenangan batin karena terbebas dari tuntutan Allah subhanahu wata`ala dan kewajiban kemasyarakatan akan selalu melingkupi hati.

4. Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip-prinsip : ummatan wahidatan (umat yang satu), musawah (persamaan derajat dan kewajiban), Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan Islam) dan Takaful Ijtima` (tanggung jawab bersama).

5. Menjadi unsur penting dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta (social distribution), dan keseimbangan tanggung jawab individu dalam masyarakat.

6. Zakat adalah ibadah Maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah subhanahu wata`ala dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusiaan dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, Pengikat persaudaraan ummat dan bangsa, sebagai pengikat bathin antara golongan kaya dengan yang miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat dengan yang lemah.

7. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan sesseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya dapat mencipatakan situasi yang tentram, aman lahir dan bathin. Dalam masyarakat seperti itu takkan ada lagi kekhawatiran akan hidupnya kembali bahaya komunis, atheis dan paham atau ajaran yang sesat dan menyesatkan. sebab dengan dimensi dan fungsi ganda zakat persoalan yang dihadapi kapitalisme dan sosialime dengan sendirinya sudah terjawab. akhirnya sesuai dengan janji Allah subhanahu wata`ala, akan terciptalah sebuah masyarakat yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur.

Sumber: http://bodrexcaem.blogspot.com/2012/07/hikmah-dari-zakat-yang-luar-biasa.html#ixzz21PO3IzYR

Waktu Tidur yang Tidak Dianjurkan

0 komentar


Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan. yaitu :

1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh

Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :

“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

2. Tidur Sebelum Shalat Isya’

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”

30 Manfaat Shalat Tarawih

1 komentar


Berikut ini Manfaat dan Keutamaan dalam Shalat Tarawih yang disabdakan Rosulullah SAW. Diriwayatkan oleh Saidina Ali Bin Abi Tholib R.A Dan dikutip dari Kitab : Durrotun Nashihin Hal : 18 – 19,


Malam ke 01 : Siapa yang shalat Tarawih pada malam pertama dihapus dosa seorang Mu’min seperti ketika ia di lahirkan.

Malam ke 02 : Shalat Tarawih pada malam kedua di ampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya Mu’min.

Malam ke 03 : Malaikat berseru dari ‘Arsy ” Telah diangkat amal dan dosanya yang telah lalu dan di ampuni oleh Allah SWT.

Malam ke 04 : Baginya mendapat pahala, seperti pahala membaca Kitab Taurat, Zabur, Injil dan AlQur-an.

Malam ke 05 : Allah SWT memberinya pahala seperti pahala Sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsho.

Malam ke 06 : Allah SWT memberinya pahala Thawaf di Baitul Makmur dan di mintakan ampun baginya oleh setiap batu benda.

Malam ke 07 : Seumpama pahala yang di peroleh nabi Musa A.S dan penolong dari kejahatan Fir’aun dan Hamman.

Malam ke 08 : Allah SWT memberikannya pahala seperti pahala apa yang diberikan kepada Nabi Ibrohim AS.

Malam ke 09 : Seumpama pahala Ibadah nabi Muhammad SAW.

Malam ke 10 : Allah SWT memberinya Rizki dan kebaikan di dunia dan akhirat.

Malam ke 11 : Apabila Ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari Ibunya.

Malam ke 12 : Ia datang pada hari kiamat kelak dengan wajah berseri-seri seperti bulan purnama.

Malam ke 13 : Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan).

Malam ke 14 : Malaikat pada menyaksikan bahwa sesungguhnya orang tersebut telah Sholat Tarawih maka pada hari kiamat kelak Allah SWT tidak akan menghisabnya.

Malam ke 15 : Para malaikat bersholawat kepadanya dan menjaga di ‘Arsy dan kursi.

Malam ke 16 :
Allah SWT mencatat baginya akan di bebaskan dari api neraka dan masuk surga.

Malam ke 17 : Diberikannya pahala seperti pahala para nabi.

Malam ke 18 : Satu Malaikat berseru : ” Hai Hamba Allah bahwasanya Allah SWT telah meridhoi kamu dan ke dua orang tuamu.

Malam ke 19 : Allah SWT akan mengangkat ke surga firdaus.

Malam ke 20 : Allah SWT memberikan pahala para Syuhada dan orang-orang Sholeh.

Malam ke 21 : Allah SWT membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.

Malam ke 22 : Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan kesusahan.

Malam ke 23 : Allah SWT membangunkan baginya sebuah kota di surga.


Malam ke 24 : Dua puluh empat (24) permintaanya di kabulkan oleh Allah SWT.

Malam ke 25 : Allah SWT mengangkatnya dari siksaan kubur.


Malam ke 26 : Allah SWT mengangkatnya baginya pahala empat puluh tahun (40 thn).

Malam ke 27 : Ia akan melewti jembatan Shirotul Mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.

Malam ke 28 : Allah SWT mengangkat baginya seribu (1000) derajat di surga.

Malam ke 29 : Allah SWT memberikan pahala seribu (1000) haji yang makbul.

Malam ke 30 : Allah SWT berfirman : Hai Hambaku, makanlah buah-buahan di dalam surga dan mandilah engkau dengan air Salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, Aku tuhanmu dan engkau hamba-Ku.

Jadi sepertinya Sayang sekai untuk meninggalkan Shalat Tarawih,


"Barang siapa yang melaksanakan Shalat Tarawih dari awal hingga Akhir insya allah di Akhir akhir bulan akan mendapatkan Syafaat Malam Lailatul Qod'r"

Keputusan Menteri Agama Tentang Mulainya Puasa

0 komentar
Menteri Agama Suryadharma Ali memprediksi terjadi perbedaan dalam penentuan awal puasa di antara beberapa organisasi masyarakat di Indonesia menjelang 1 Ramadhan 1433 Hijriyah.
Di sela acara silaturrahim dengan para pengasuh pondok pesantren se-Jawa Timur, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Dusun Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang, Suryadharma Ali mengatakan, ada kemungkinan awal puasa tahun ini tidak berbarengan.
“Untuk pemerintah sendiri, akan mengumumkan awal puasa setelah sidang isbat seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Suryadharma Ali , Sabtu (24/6/2012).
Sebelumnya Suryadharma Ali mengundang sejumlah kelompok organisasi masyarakat di Kementerian Agama untuk membahas rencana penetapan awal puasa namun belum bisa menghasilkan kata sepakat.
Sebenarnya, kata dia, pemerintah ingin agar 1 Ramadhan bisa dimulai bersama-sama di antara organisasi masyarakat lainnya.
Namun, mereka tentunya mempunyai dasar pemikiran sendiri maupun kriteria penentuan awal puasa, sehingga belum bisa satu suara.
Walaupun begitu, pihaknya tetap meminta kelompok organisasi masyarakat itu untuk duduk bersama membahas tentang penentuan 1 Ramadhan.
Jika tetap tidak ada persamaan di antara pandangan mereka, Kementerian Agama mempersilakan masing-masing organisasi masyarakat tentang penentuan awal puasa.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri KH Najib Zamzami, mengatakan, untuk NU masih menunggu hasil rukyat yang dilakukan oleh tim.
Mereka akan melihat bulan untuk memastikan penentuan awal puasa, termasuk awal lebaran 2012.
“Kami menunggu pengumuman dari PBNU dan pemantauan dari tim rukyat nantinya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya dan itu memang kajian ilmiah,” ucap pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahiyyah, Kemayan, Kabupaten Kediri ini.
Sementara itu, seperti yang dilansir Tribunnews.com, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1433H jatuh pada hari Jumat, 20 Juli 2012.
Sedangkan 1 Syawal 1433H jatuh pada hari Minggu, 19 Agustus 2012. Selain itu, PP Muhammadiyah juga menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1433H jatuh pada hari Rabu 17 Oktober 2012.
Dan Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1433H jatuh pada hari Kamis 25 Oktober 2012. Sementara, Idul Adha 10 Dzulhijjah 1433H jatuh pada hari Jumat 26 Oktober 2012.

Sumber: http://masrohman.com/muhammadiyah-tetapkan-1-ramadhan-jatuh-tanggal-20-juli

Jadwal Puasa Tahun 2012 Bulan Ramadhan 1433 H

2 komentar


Insya Allah, mulai Juli 2012 kita akan menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 1433 H, bulan di mana umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa wajib. Oleh karena itu, kami dari tim Fashingnet.com turut mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal kita diterima oleh Allah SWT.

Untuk membantu memperlancar ibadah puasa Ramadhan, berikut jadwal buka puasa Ramadhan 1433 H untuk beberapa kota besar di Indonesia:

Tanggal Imsak Shubuh Dhuha Zuhur Ashar Maghrib Isya'
21 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:55 19:08
22 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:55 19:08
23 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:55 19:08
24 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:55 19:08
25 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:55 19:08
26 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:55 19:08
27 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:56 19:08
28 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:56 19:08
29 Juli 2012 04:34 04:44 06:25 12:01 15:23 17:56 19:08
30 Juli 2012 04:34 04:44 06:24 12:01 15:23 17:56 19:08
31 Juli 2012 04:34 04:44 06:24 12:01 15:23 17:56 19:08
1 Agst 2012 04:34 04:44 06:24 12:01 15:23 17:56 19:08
2 Agst 2012 04:34 04:44 06:24 12:00 15:22 17:56 19:08
3 Agst 2012 04:34 04:44 06:24 12:00 15:22 17:56 19:08
4 Agst 2012 04:34 04:44 06:24 12:00 15:22 17:56 19:08
5 Agst 2012 04:34 04:44 06:23 12:00 15:22 17:56 19:08
6 Agst 2012 04:34 04:44 06:23 12:00 15:22 17:56 19:08
7 Agst 2012 04:34 04:44 06:23 12:00 15:22 17:56 19:08
8 Agst 2012 04:34 04:44 06:23 12:00 15:22 17:56 19:08
9 Agst 2012 04:33 04:43 06:22 12:00 15:21 17:56 19:08
10 Agst 2012 04:33 04:43 06:22 12:00 15:21 17:56 19:08
11 Agst 2012 04:33 04:43 06:22 11:59 15:21 17:56 19:07
12 Agst 2012 04:33 04:43 06:21 11:59 15:21 17:56 19:07
13 Agst 2012 04:33 04:43 06:21 11:59 15:20 17:56 19:07
14 Agst 2012 04:33 04:43 06:21 11:59 15:20 17:56 19:07
15 Agst 2012 04:32 04:42 06:21 11:59 15:20 17:56 19:07
16 Agst 2012 04:32 04:42 06:20 11:58 15:20 17:56 19:07
17 Agst 2012 04:32 04:42 06:20 11:58 15:19 17:56 19:07
18 Agst 2012 04:32 04:42 06:19 11:58 15:19 17:56 19:06
19 Agst 2012 04:31 04:41 06:19 11:58 15:19 17:56 19:06

Sumber: http://www.kapanlagi.com/ramadhan-2012/jadwal-buka-puasa-bekasi.html

Copyright 2011 Aseli Madiun.
Blogger Template by Noct. Free Download Blogger Template